Perspektif Frits Logo

Perspektif Frits

Media inspirasi melawan lupa

PERTANIANBERITA NTT

Musim Hujan di NTT: Pemerintah Bergerak, Petani Menunggu Terobosan

Frits R Dimu Heo, SH.MSi

Penulis

2 Desember 2025
280 pembaca
Musim Hujan di NTT

Petani NTT memulai musim tanam dengan harapan baru

Pendahuluan

Musim hujan 2025/2026 telah tiba di NTT. Bagi provinsi yang sebagian besar wilayahnya bertumpu pada lahan semi arit dan kering, hujan bukan sekedar cuaca tetapi kesempatan emas. Setiap tetes hujan menentukan keberhasilan musim tanam, dan karenanya pemerintah daerah seharusnya bergerak cepat memastikan petani siap memulai. Pertanyaannya sederhana: apakah pemerintah sudah benar-benar menyiapkan musim tanam? Atau justru masih terjebak dalam kegiatan seremoni tanpa hasil nyata?

Masalah: Langkah Ada, Tapi Belum Menyentuh Akar Persoalan

Di atas kertas, pemerintah daerah sudah melakukan berbagai langkah: menyiapkan benih, menggerakkan tanam serentak, mempromosikan pupuk hayati, dan melanjutkan program jagung. Namun di lapangan, persoalan mendasar masih terjadi:

  • Ketergantungan pada hujan tanpa teknologi penghematan air.
  • Minimnya irigasi hemat air, tadah hujan, dan embung mikro yang benar-benar berfungsi.
  • Pendampingan teknologi rendah, sehingga petani kembali bertani dengan pola lama.
  • Harga dan pasar tidak stabil, membuat petani enggan berproduksi besar-besaran.
  • Program lebih banyak seremoni, belum membentuk sistem pertanian yang utuh dan berkelanjutan.

Pakar pertanian seperti Tony Basuki sejak lama menegaskan bahwa pertanian NTT hanya bisa maju jika tanah dan air dikelola secara presisi—bukan sekedar menambah hektar tanam.

Solusi: Dari Teknologi hingga Gerakan Bersama

Terobosan besar sebenarnya sudah mulai tampak dari masyarakat sendiri. PTI NTT di bawah kepemimpinan Bobby Lianto melakukan penanaman jagung 150 hektare di Lanud El Tari Kupang, yang akan diperluas menjadi 1.000 hektare. Ini bukti bahwa ketika masyarakat bergerak, perubahan bisa dimulai bahkan tanpa menunggu birokrasi.

Di sisi lain, akademisi UNDANA mendorong pertanian berbasis data: sensor kelembapan tanah, kalender tanam ilmiah, dan monitoring curah hujan. Sementara itu, gagasan Tony Basuki tentang konservasi tanah dan varietas adaptif tetap relevan untuk diterapkan secara massal.

Belajar dari Israel

Dan satu contoh sukses dunia yang tak boleh diabaikan: pertanian Israel, terutama model Kibbutz dan penggunaan drip irrigation. Israel membuktikan bahwa pertanian di gurun bisa mengalahkan keterbatasan air dengan: kerja kolektif, manajemen profesional, efisiensi air ekstrem, dan teknologi yang tepat guna.

NTT memiliki iklim mirip: kering, panas, curah hujan pendek. Karena itu, meniru Israel bukan hanya masuk akal, tetapi mendesak.

Rekomendasi: Arah Kebijakan yang Harus Diambil NTT

1. Bangun kalender tanam berbasis data BMKG–UNDANA–BRIN

Kalender tanam harus ditentukan secara ilmiah, bukan perkiraan.

2. Terapkan irigasi tetes, embung mikro, dan panen hujan secara besar-besaran

Target utamanya: setiap hektare punya sumber air kecil yang efisien.

3. Kembangkan koperasi tani modern mirip model Kibbutz

Kelompok tani harus dikelola profesional dengan pembagian hasil yang adil.

4. Perkuat akses modal, asuransi pertanian, dan pasar hasil panen

Petani tidak boleh lagi berjudi dengan harga pasar.

5. Skalakan gerakan PTI NTT

Inisiatif seperti penanaman jagung di Lanud harus jadi model sinergi pemuda–masyarakat–pemerintah.

Kesimpulan

Pemerintah NTT memang tidak diam, tetapi langkah yang ada masih belum menjawab akar persoalan. Musim hujan yang datang lebih awal ini adalah kesempatan besar, sekaligus ujian apakah NTT siap beralih dari pola lama menuju sistem pertanian modern.

Jika pemerintah daerah berani menggabungkan riset lokal, inisiatif masyarakat seperti PTI, dan teknologi global seperti model Kibbutz Israel, maka NTT bukan saja siap musim tanam—tetapi siap memasuki era baru pertanian efisien, modern, dan menyejahterakan petani serta menuju swasembada pangan terutama jagung.

Sumber Pustaka

  1. 1. BMKG NTT – Prakiraan Musim Hujan 2025/2026.
  2. 2. Distankp NTT – Data Kesiapan Benih & Program Tanam Serentak.
  3. 3. Panennews.com – Pemuda Tani NTT Tanam Jagung Perdana di Lahan TNI AU Lanud El Tari Kupang.
  4. 4. ExpoNTT.com – Program 1.000 Ha Jagung oleh PTI NTT.
  5. 5. Tony Basuki – Teknologi Pertanian Lahan Kering & Pengelolaan Tanah Hitam NTT.
  6. 6. UNDANA – Kajian Smart Farming NTT.
  7. 7. Studi pertanian Israel: model Kibbutz & drip irrigation.

Artikel Terkait

Hidrogen Hijau NTT
BERITA NTT

Hidrogen Hijau Rp 9,6 Triliun di NTT: Berkah atau Beban Baru?

Pemerintah Provinsi NTT menandatangani investasi besar untuk proyek hidrogen hijau...

Frits R Dimu Heo
Genangan Air Kupang
BERITA NTT

Genangan Air Kota Kupang jangan anggap remeh

DPRD mendesak Pemkot bertindak cepat sebelum berubah menjadi bencana...

Frits R Dimu Heo

Tinggalkan Komentar

0/500 karakter

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Perspektif Frits Logo

Perspektif Frits

Media inspirasi melawan lupa. Tempat berbagi cerita, refleksi, opini, analisis dan pandangan tentang kehidupan, iman, dan makna di tengah perjalanan waktu.

Kategori

Profil Penulis

Frits R Dimu Heo
Frits R Dimu Heo, SH.MSi

Penulis

Lulusan S1 Hukum dan S2 Program Pasca Sarjana Study Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Bekerja di Bank NTT selama 30 tahun dan sekarang memilih menjadi pemerhati masalah sosial dan hukum.

Tinggal di Kota Kupang NTT menikmati hidup bersama keluarga (slow living).

© 2025 Perspektif Frits. Semua hak dilindungi.