Pendahuluan
Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis mencatat prestasi baru pada tahun anggaran 2025 dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 100,09% dari target Rp133,924 miliar, atau tepatnya Rp134,041 miliar — sebuah capaian terbaik dalam lima tahun terakhir. Klaim ini dipandang sebagai bukti keberhasilan strategi fiskal dan manajemen pendapatan daerah yang lebih optimal dibanding sebelumnya.
Namun sebelum memuji capaian tersebut sebagai bukti melampaui target, penting melihat data historis realisasi PAD periode sebelumnya untuk mengetahui tren pertumbuhan fiskal Kota Kupang dari masa pemerintahan terdahulu hingga saat ini. Data historis ini menjadi tolok ukur objektif untuk melihat apakah pemerintahan Chris-Serena benar-benar mencapai pencapaian yang signifikan atau sekadar memenuhi target yang disusun relatif konservatif.
Masalah
Problematika utama dalam narasi capaian PAD Kota Kupang adalah:
Apakah realisasi PAD 2025 yang melebihi target benar-benar lebih baik secara riil dibanding capaian periode kepemimpinan sebelumnya (2021–2024)? Ataukah capaian ini lebih dipengaruhi oleh strategi penetapan target, perubahan struktur anggaran, atau faktor sementara lainnya?
Untuk menjawab ini, kita perlu meninjau data historis nilai nominal realisasi PAD di Kota Kupang pada masa pemerintahan sebelumnya (tahun 2021–2024):
| Tahun | Realisasi PAD (Rp) | Tingkat Realisasi terhadap Target |
|---|---|---|
| 2021 | Rp153.941.262.971 | Belum mencapai target (kurang) |
| 2022 | Rp172.538.397.394 | Pertumbuhan positif dibanding 2021 |
| 2023 | Rp190.534.773.121 | Meningkat namun masih belum memenuhi target |
| 2024 | Rp170.906.964.887 | Menurun dibanding 2023 |
| 2025 | Rp134.041.000.000 | Melampaui target tahunan (100,09%) |
Catatan: Total realisasi 2025 merupakan angka kumulatif akhir tahun berdasarkan Bapenda 2025.
Dari data di atas, terlihat tren yang kurang konsisten: PAD meningkat pada 2022 dan 2023, lalu menurun di 2024, dan kemudian kembali melampaui target pada periode 2025. Secara nominal, angka realisasi 2025 (Rp134 miliar) sebenarnya lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai nominal realisasi PAD 2021–2023 yang berada pada kisaran Rp153–190 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan persentase realisasi terhadap target di 2025 bukan semata indikasi pertumbuhan absolut tetapi efektivitas pencapaian terhadap target anggaran yang lebih rendah.
Fakta Penting
- • Realisasi PAD 2025: Rp134 miliar (100,09% dari target)
- • Realisasi PAD 2023: Rp190 miliar (nilai nominal tertinggi)
- • Penurunan nominal sebesar Rp56 miliar dari puncak 2023
- • Target 2025 lebih rendah dibanding realisasi tahun-tahun sebelumnya
Analisa
1. Perubahan Target dan Struktur APBD
Tingkat keberhasilan dalam mengelola PAD tidak bisa dipahami hanya dari persentase realisasi terhadap target tahunan, karena target tiap tahun sering disusun berdasarkan proyeksi yang berbeda (misalnya target konservatif atau penyesuaian struktur pajak dan retribusi daerah). Pada 2025, target sebesar Rp133,924 miliar relatif lebih rendah dibanding nilai realisasi PAD di masa sebelumnya, sehingga persentase 100,09% lebih mudah dicapai — namun secara nominal masih lebih rendah dari realisasi PAD 2023 (sekitar Rp190 miliar).
2. Tenaga Fiskal dan Kontribusi Pajak Daerah
Menurut studi akademik, kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah Kota Kupang rata-rata masih rendah (sekitar 16%), dan pertumbuhan PAD mengalami fluktuasi signifikan dari tahun ke tahun, termasuk kontraksi signifikan pada 2024 hingga -10%. Ini menunjukkan bahwa meskipun target PAD bisa dilampaui dalam setahun, secara struktural kemandirian fiskal dan kapasitas penggalian sumber pendapatan asli masih perlu perbaikan.
3. Faktor Eksternal dan Indikator Kinerja Lain
Capaian PAD harus dikaitkan dengan indikator lain seperti pertumbuhan ekonomi lokal, basis pajak yang diperluas, efisiensi pemungutan pajak, dan kontribusi sektor swasta terhadap basis PAD. Hanya melihat angka realisasi tahunan tanpa konteks ini dapat menimbulkan efek statistik semu bahwa pemerintahan saat ini "melampaui target".
Rekomendasi
1. Transparansi Data Historis – Pemerintah Kota harus mempublikasikan secara terbuka data realisasi PAD beserta target tahunan sejak 2018 untuk memberi gambaran tren yang lebih jangka panjang.
2. Perbaiki Kemandirian Fiskal – Menguatkan basis sumber PAD (pajak daerah, retribusi, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah) yang berkelanjutan.
3. Evaluasi Strategi Targeting Anggaran – Menyusun target PAD yang realistis namun tetap ambisius, sejalan dengan potensi ekonomi daerah.
Kesimpulan
Prestasi realisasi PAD 2025 yang melampaui target tahunan memang patut diapresiasi. Namun bila dibandingkan nilai nominal realisasi PAD periode 2021–2024, capaian ini justru menunjukkan bahwa pertumbuhan absolut PAD belum konsisten meningkat dan masih berada di bawah realisasi nominal pada masa sebelumnya. Oleh karena itu, meskipun secara persentase target tercapai, klaim "melampaui target" perlu dikontekstualisasikan dengan data historis dan indikator fiskal lain, bukan hanya sekadar persentase terhadap target tahun berjalan.
Daftar Pustaka
- 1. Realisasi PAD Kota Kupang 2025 Capai 100,09% dari Target. Kupang Times/TheKupangTimesNewsroom.com.
- 2. Rr. Lilis Intan Permatasari, Evaluasi Kinerja Keuangan Pemerintah Kota Kupang 2021–2024. Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan (2025).
- 3. Realisasi PAD Kota Kupang 2023 Capai 86,23%. beritalima.com.



